Thursday, January 14, 2016

Contoh Pidato Singkat Tentang Hari Pendidikan Nasional

Assalamualaikum Wr. Wb
Saudara-saudara sekalian.

Yg aku hormati....

Yg aku hormati mahasiswa/mahasiswi

Alangkah bahagianya kepada hri ini kita merayakan hri pendidikan Nasional. Dgn memperingati Pendidikan Nasional mudah-mudahan kita lebih semangat/bangkit utk memajukan & mencerdaskan pendidikan anak-anak bangsa supaya bermanfaat bagi bangsa, Negeri & Ägama. Pertambahan anak usia sekolah yg segera & pertambahan lulusan tiap jenjang pendidikan yg gede, namun tak diikuti tambahan prasarana & media pendidikan yg serta-merta & memadai, memunculkan masalah bagi pemerintah buat memberikan pendidikan & pengajaran terhadap seluruhnya penduduk Negeri sama seperti diamanatkan oleh undang- undang Basic.

Persoalan ini krusial mengingat beragamanya geografis nusantara yg luas & terpencar dgn tingkat perkembangan sosial-ekonomi-kultural tidak sama. Waktu itu utk perdana kali pelaksanakan repelita bersama tekanan kepada pembangunan ekonomi yg dilihat yang merupakan landasan bagi aspek-aspek lain dari pembangunan nasional. Dalam pembaruan pendidikan, perhatian difokuskan kepada upaya-upaya perbaikan & peningkatan mutu pun penataan peluang mendapat pendidikan. Berkenaan yg terakhir ini sulitlah di raih jikalau cuma lewat cara-cara konvesial ialah menggunakan technologi komunikasi & tehnologi, berita radio & tv.


Ki Hajar Dewantoro 1889-1959 seorang tokoh pendidikan Indonesia yg memprakarsai berdirinya Instansi pendidikan Taman peserta didik. Dirinya lebih populer bersama filsafat" tut wuri handayani, hing madyo mangun karso, hing ngarso sung tulodo. Ki Hajar Dewantoro mengklasifikasikan maksud pandidikan bersama istilah " tri-nga" [tiga "nga-nga yakni huruf terakhir dalam abjad jawa ajisa] "Nga" perdana yaitu ngerti" (mendalami /aspek intelektual). "Nga kedua" yaitu "ngrasa" yaitu(merasakan elemen afeksi), & "nga" ke3 ialah "nglakonin" (mengajarkan atau perihal psikomotorik). Merumuskan maksud pendidikan yg meliputi elemen kognitif, afektif, & psikomotor.

Menurut Dewantara, merupakan hak tiap orang buat mengatur diri sendiri, oleh lantaran itu pengajaran mesti membina anak jadi manusia yg merdeka batin, pikiran, & tenaga. Pengajaran janganlah terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran lantaran hai itu sanggup memisahkan orang tepelajar bersama rakyat Akhir hingga disini, mudah-mudahan bangsa Indonesia lebih meningkatkan & mencerdaskan pula membuat anak-anak didik yg produktil", kreatif, & inovatif yg bermanfaat bagi bangsa & Negeri, Membuat sumberdaya manusia yg bermutu & mandiri yg akan memenuhi keperluan global.
Sekitan sambutan dari aku, makasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

No comments:

Post a Comment